DPD PEDULI BENCANA
7 Oktober 2009JAKARTA, KOMPAS.com - Bencana gempa Sumatera Barat yang memakan banyak korban mengundang simpati Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Seorang Anggota DPD Sultan Bactiar Najamudin dari Bengkulu berjanji akan memberikan gaji pertamanya untuk menyumbang korban gempa.
"Saya menyampaikan simpati kepada saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah di Sumatera. Nanti, gaji pertama saya akan saya berikan ke Sumatera Barat untuk korban gempa," kata Sultan, saat menyampaikan visi dan misi pencalonan pimpinan DPD, Jakarta, Kamis (1/10).
Sultan terpilih pada tahap I pemilihan pimpinan DPD dari gugus Sumatera dengan perolehan suara 62. Selain Sultan, ada 10 anggota DPD lainnya yang terpilih pada tahap I ini.
Yakni dari gugus Sumatera, Irwan Gusman (Sumbar), dan Bambang Soeroso (Bengkulu). Gugus Jawa, ada AM Fatwa (DKI),dan GKR Hemas (DKI).
Gugus Kalimantan Muhammad Sofyat Hadi (Kalimantan Selatan). Gugus Sulawesi, Laode Ida (Sulteng) dan Abdul Aziz Qahhar (Sulsel).
Gugus Maluku Anna Latuconsina (Maluku). Gugus Bali dan Nusa Tenggara, Faroek Muhammad (NTB).
Serta gugus Papua, Ifhak Mandacan (Papua Barat). Dari 11 calon pimpinan DPD yang lolos pada tahap I tersebut, Anna Latuconsina dari gugus Maluku mengundurkan diri sehingga calon pimpinan yang lolos tinggal 10. Saat ini, pemilihan pimpinan DPD dilanjutkan dengan voting untuk pemilihan pimpinan tahap II.
di sadur dari kompas.com
Diposkan oleh IMAM MEQELS 4 komentar Link ke posting ini
ROBOT PENDETEKSI BARANG SELUDUPAN
SHEFFIELD - Tim dari University of Sheffield yang didanai oleh Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC) sedang mengembangkan robot pemindai pertama yang bisa mendeteksi penyelundupan narkoba, senjata, bahan peledak dan lain-lain yang disembunyikan dalam sebuah kargo barang.
Robot yang dinamakan Cargo-Screening Ferret (CSF) ini nantinya akan digunakan bagi kepentingan di bandar udara dan pelabuhan. Demikian keterangan yang dikutip dari Sciencedaily, Selasa (16/6/2009).
"Kami tengah mengembangkan perangkat yang sangat sederhana, mudah digunakan namun memiliki kemampuan yang canggih," kata Dr Tony Dodd, yang memimpin proyek ini.
"Robot CSF bisa mengenali materi terkecil dalam sebuah kargo barang dan memberikan informasi yang tepat mengenai benda tersebut," tambahnya.
Pada saat ditempatkan pada sebuah kotak berbahan baja, kaki CSF yang panjang akan menempelkan dirinya secara magnetik ke badan kotak baja. Kemudian, secara otomatis CSF yang menempel akan mengelilingi kotak, mencari tahu barang yang terdapat dalam kotak tersebut dan mengirimkan informasi ke bagian pengontrol.
CSF dilengkapi dengan deretan sensor yang lebih komprehensif dan sensitif dari perangkat pemindai kargo manapun. Sensor ini dikembangkan dengan teknologi sinar laser dan fiber optik tercanggih saat ini. Dengan teknologi ini, CSF bisa mendeteksi partikel kecil dari substansi yang berbeda.
Kebanyakan pemindaian kargo saat ini masih menggunakan metode yang berbeda beda. Contohnya dengan menggunakan anjing pelacak dan pemindai eksternal untuk mendeteksi bahan peledak, senjata tajam dan obat-obatan terlarang.
Pemindai yang digunakan di bandara dan pelabuhan pun hanya bisa memberikan informasi mengenai bentuk dan berat jenis suatu objek atau substansi. Sementara CSF bisa memberikan informasi yang jelas mengenai benda yang terdeteksi olehnya.(srn)
Diposkan oleh IMAM MEQELS 0 komentar Link ke posting ini
Label: Iptek
REBOISASI
3 Oktober 2009Ketika alam kita makin kering,tandus,gundul,gersang kita seakan tak mau tau dan peduli akan hal itu,kita seolah tutup mata dengan apa yang terjadi di depan mata dan juga sekitar kita.
Umumnya kita manusia hanya peduli dengan kepentingan dan keperluan kita sendiri saja,kadang persetan dengan sekeliling kita.saat ini kita sudah melihat ratusan bahkan ribuan kejadian dan petaka juga bencana,yang bagi sebagian dari kita hanya menganggap itu adalah hal lumrah dari satu takdir manusia dan juga alam.jutaan hektar hutan kita hilang tanpa bekas,jutaan hektar sawah kita musnah tak berjejak,itu semua karna kerakusan kita sebagai manusia,tanpa mau tau dengan segala akibat di kemudian hari nanti,sebagian dari kita tertawa puas dengan apa yang telah kita perbuat atas hutan atas sawah kita yang kita anggap sudah tak produktif lagi dan tak bisa menghasilkan apa-apa lagi bagi keuntungan kita,sehingga kita terlalu semena-mena merusak dan merubahnya menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan lebih.dan kita sangat buta dengan segala teguran alam yang dianggap angin lalu dan hanya sesaat saja.
Kemurkaan TUHAN kita anggap sesuatu yang biasa dan tak berarti sama sekali,banjir yang terjadi kita artikan hanya terjadi musiman saja.longsor yang terjadi kita artikan hanya kejadian sesaat yang tak ada makna.kita tak pernah bertanya dalam teguran dan kejadian yang tersirat.
Sungguh janganlah kita semua menjadi manusia yang penuh dosa karna ketidakpedulian aka alam sekitar kita.
Mari kita berusaha berbuat hal terkecil untuk menyelamatkan alam sekitar kita,hijaukan kembali hutan kita,tanami kembali sawah kita,agar semua menjadi teduh,rindang,lebat dan hijau.
Apa kita tak menginginkan bumi kita hijau lagi,apa kita tak inginkan hutan kita lebat lagi,apa kita tak rindukan gunung-gunung juga bukit-bukit kita rimbun lagi,apa kita tak rindukan sawah dan ladang juga kebun kita hijau lagi,dan perlu kita tau bumi dan juga alam ini hanya titipan dari anak cucu generasi masa depan,mari satukan tangan untuk menanami bumi kita.kembalikan keteduhan serta rindangnya.agar TUHAN bisa mengampuni semua dosa serta keserakahan,dari jiwa kerdil semua hambaNYA.salam
Diposkan oleh IMAM MEQELS 7 komentar Link ke posting ini
Label: Lingkungan
Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Kesehatan
13 Agustus 2009Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Kesehatan
Pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpada dan tuntas. Dewasa ini lingkungan hidup sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia umumnya.
Meningkatnya perhatian masyarakat mulai menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan dan kerusakan lingkungan hidup. Sebagai contoh apabila ada penumpukan sampah dikota maka permasalahan ini diselesaikan dengan cara mengangkut dan membuangnya ke lembah yang jauh dari pusat kota, maka hal ini tidak memecahkan permasalahan melainkan menimbulkan permasalahan seperti pencemaran air tanah, udara, bertambahnya jumlah lalat, tikus dan bau yang merusak, pemandangan yang tidak mengenakan. Akibatnya menderita interaksi antara lingkungan dan manusia yang akhirnya menderita kesehatan.
Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hidupnya. Hal ini membutuhkan daya dukung lingkungan untuk kelangsungan hidupnya.
Masalah lingkungan hidup sebenatnya sudah ada sejak dahulu, masalah lingkungan hidup bukanlah masalah yang hanya dimiliki atau dihadapi oleh negaranegara maju ataupun negara-negara miskin, tapi masalah lingkungan hidup adalah sudah merupakan masalah dunia dan masalah kita semua.
Keadaan ini ternyata menyebabkan kita betpikir bahwa pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan ini sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpadu dan tuntas.
Masalah lingkungan hidup merupakan kenyataan yang harus dihadapi, kegiatan pembangunan terutama di bidang industri yang banyak menimbulkan dampak negatif merugikan masyarakat. Masalah lingkungan hidup adalah merupakan masalah yang komplek dan harus diselesaikan dengan berbagai pendekatan multidisipliner.
Industrialisasi merupakan conditio sine quanon keberhasilan pembangunan untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi, akan tetapi industrialisasi juga mengandung resiko lingkungan. Oleh karena itu munculnya aktivitas industri disuatu kawasan mengundang kritik dan sorotan masyarakat. Yang dipermasalahkan adalah dampak negatif limbahnya yang diantisipasikan mengganggu kesehatan lingkungan.
LINGKUNGAN DAN KESEHATAN
Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat.
Sebaliknya, masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya tadi.
Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumber daya sosial ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.
Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya deadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”. Definisi ini memberi arti yang sangat luas pada kata kesehatan.
Masyarakat adalah terdiri dari individu-individu manusia yang merupakan makhluk biologis dan makhluk sosial didalam suatu lingkungan hidup (biosfir). Sehingga untuk memahami masyarakat perlu mempelajari kehidupan biologis bentuk interaksi sosial dan lingkungan hidup.
Dengan demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks dan usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan penyebab-penyebab secara rasional, sistematis dan berkelanjutan.
Pada pelaksanan analisis dampak lingkungan maka kaitan antara lingkungan dengan kesehatan dapat dikaji secara terpadu artinya bagaimana pertimbangan kesehatan masyarakat dapat dipadukan kedalam analisis lingkungan untuk kebijakan dalam pelaksnaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya lebih baik, walaupun aktivitas manusia membuat rona lingkungan menjadi rusak.
Hal ini tidak dapat disangkal lagi kualitas lingkungan pasti mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Dari studi tentang kesehatan lingkungan tersirat informasi bahwa status kesehatan seseorang dipengaruhi oleh faktor hereditas, nutrisi, pelayanan kesehatan, perilaku dan lengkungan.
Menurut paragdima Blum tentang kesehatan dari lima faktor itu lingkungan mempunyai pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan sosial, linkungan rekreasi, lingkungan kerja.
Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti: Peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah, pembuangan air limbah penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai, penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu model penyakit.
Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani. Masalah pemukiman sangat penting diperhatikan.
Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pengolalaan sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembangunan asap dapur.
Perilaku pola makanan juga mengubah pola penyakit yang timbul dimasyarakat. Gizi masyarakat yang sering menjadi topik pembicaraan kita kekurangan karbohidrat, kekurangan protein, kekurangan vitamin A dan kekurangan Iodium. Di Indonesia sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi.
Ada yang kekurangan kuantitas makanan saja (Maramus), tapi seringkali juga kualitas kurang (Kwashiorkor). Sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi terutama terdap[at pada anak-anak.
Industrialisasi pada saat ini akan menimbulkan masalah yang baru, kalau tidak dengan segera ditanggulangi saat ini dengan cepat. Lingkungan industri merupakan salah satu contoh lingkungan kerja. Walaupun seorang karyawan hanya menggunakan sepertiga dari waktu hariannya untuk melakukan pekerjaan di lingkungan industri, tetapi pemaparan dirinya di lingkungan itu memungkinkan timbulnya gangguan kesehatan dengan resiko trauma fisik gangguan kesehatan morbiditas, disabilitas dan mortalitas.
Dari studi yang pernah dilakukan di Amerika Serikat oleh The National Institute of Occupational Safety and Health pada tahun 1997 terungkap bahwa satu dari empat karyawan yang bekerja di lingkungan industri tersedia pada bahan beracun dan kanker. Lebih dari 20.000.000 karyawan yang bekerja di lingkungan industri setiap harinya menggarap bahan-bahan yang diketahui mempunyai resiko untuk menimbulkan kanker, penyakit paru, hipertensi dan gangguan metabolisme lain.
Paling sedikit ada 390.000 kasus gangguan kefaalan yang terinduksi oleh dampak negatif lingkungan industri dan100.000 kematian karena sebab okupasional dilaporkan setiap tahun.
Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari perombakan struktur ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi yang meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa indikator kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka harapan hidup ( 63 tahun ) dan status gizi.
Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisien si dari tenaga manusia. Peristiwa ini mulai dikenal dengan penemuan mesin uap oleh James Waat. Fase industri ini menimbulkan dampak yang sangat menyolok selain kemakmuran yang diperoleh juga exploitasi tenaga kerja, kecelakaan kerja, pencemaran lingkungan, penyakit, wabah.
Pencemaran udara yang disebabkan industri dapat menimbulkan asphyxia dimana darah kekurangan oksigen dan tidak mampu melepas CO2disebabkan gas beracun besar konsentrasinya dedalam atmosfirseperti CO2, H2S, CO, NH3, dan CH4. Kekurangan ini bersifat akurat dan keracunan bersifat sistemik penyebab adalah timah hitam, Cadmium,Flour dan insektisida.
Pengaruh air terhadap kesehatan dapat menyebabkan penyakit menular dan tidak menular. Perkembangan epidemiologi menggambarkan secara spesifik peran lingkungan dalam terjadinya penyakit dan wabah. Lingkungan berpengaruh pada terjadinya penyakit penyakit umpama penyakit malaria karena udara jelek dan tinggal disekitar rawa-rawa. Orang beranggapan bahwa penyakit malaria terjadi karena tinggal pada rawa-rawa padahal nyamuk yang bersarang di rawa menyebabkan penyakit malaria. Dipandang dari segi lingkungan kesehatan, penyakit terjadi karena interaksi antara manusia dan lingkungan. di sadur dari malikmakassar.wordpress.com/2008/10/05/
Diposkan oleh IMAM MEQELS 6 komentar Link ke posting ini
Label: Lingkungan
KERING LAGI !!!
12 Agustus 2009Musim kemarau telah datang lagi neh,begitu terasa berbeda sekali dengan musim kemarau yang lalu,kini semua terasa lebih panas,lebih tandus,lebih menyengat,lebih terasa kering dimana-mana.ini mungkin karna situasi di sekitar kita terus berubah dan makin terbuka,heheheh karna banyak pohon tua yang telah tumbang ada yang dimakan usia ada juga yang sengaja di tebang,sementara pohon pengganti sangat sedikit sekali,tak ada malah,sementara berbagai penyakit kian mengintai kita,yang bila kita tak bisa menjaga diri pasti akan jadi korban.terutama berbagai penyakit menyangkut pernafasan dan paru-paru.
Sayang sungguh di sayang kenapa banyak orang yang masih suka usil yah terhadap alam kita sendiri,mengapa mereka tak suka melihat hijaunya hutan,lebatnya pohon rindang yang bisa berikan kesejukan,gemericik air mengalir dari sungai yang bening yang sangat berguna dan di butuhkna orang banyak,sungguh miris rasanya,di satu sisi ada yang menebang,merusak tanpa peduli,di sisi lain banyak yang membutuhkan,kita tak tau kemana lagi semua pohon kita,kita tak tau lagi dimana sumber air kita selama ini yang selalu mengalir bening.mengapa kita terlalu rakus dan kadang tak peduli alam sekitar kita,padalah kita manusia sendiri sangat membutuhkannya,sampai kapan kita akan terus merusak alam kita.sampai kapan kita akan menutup mata seolah tak peduli lagi,apakah kita terlalu egois dengan diri sendiri,hingga tak lagi bisa hargai alam kita,tak takutkah kita akan kemarahan dan murka sang Pencipta.mari kita semua mencintai dan belajar menghargai alam.bagaimanapun semua akan kembali pada kita yang telah berbuat,kita tak pernah belajar dari banyak kejadian dan juga pengalaman.mengapa kita seolah tak mau tau lagi padahal kita bisa berbuat banyak dan terbaik demi kelangsungan kehidupan kita juga generasi mendatang,mari sekali lagi kita belajar mencintai dan sayangi alam sekitar kita.salam
Diposkan oleh IMAM MEQELS 3 komentar Link ke posting ini
Label: Musim
Langgan:
Entri (Atom)































